CITRA AMALIA AMAL, ANDI ANNISA AMALIA, MUHAMMAD ALDI
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
2023
ART - 720.28 (720-729)
-
Balla’ Lompoa, Rumah adat Makassar Sulawesi Selatan secara administrasi antar lain terletak di Kabupaten Gowa dan Takalar. Rumah adat tersebut berdiri sebagai lambang keindahan arsitektur serta simbol perwujudan kemegahan warisan arsitektur Nusantara. Signifikansi abadi Balla’ Lompoa sebagai titik fokus untuk kegiatan adat dan budaya, lambang kekuatan, otonomi, dan kesatuan masyarakat di masa lalu, tetap terpelihara dengan teguh di masa sekarang dan akan terus melakukannya di masa mendatang. Rumah Adat dibangun sesuai dengan prinsip-prinsip norma dan praktik tradisional, dapat ditemukan terletak di dalam lokasi geografis tertentu. Kawasan adat sebagai wilayah khusus ditandai dengan adanya berbagai elemen yang memenuhi persyaratan esensial pemukiman adat, yang dianut dan dipatuhi oleh penduduk yang tinggal di wilayah ini. Unsur-unsur tersebut meliputi pemanfaatan tanah atau wilayah adat, yang dikelola sesuai dengan adat istiadat dan tradisi adat. Masyarakat adat menganggap rumah adat sebagai struktur dalam ruang kawasan adat menjadi sumbu utama yang berfungsi sebagai tempat berlangsung kegiatan adat. Kegiatan ini mencakup upacara adat, ritual keagamaan, dan evolusi kepercayaan adat yang terus menjadi sangat penting bagi cara hidup masyarakat. Selain itu, rumah adat juga berfungsi sebagai gudang artefak leluhur yang dihargai yang sangat diperlukan untuk pelaksanaan upacara adat di seluruh berbagai tahap kehidupan individu, mulai dari lahir hingga dewasa, pernikahan, kematian serta menduduki jabatan atau peran sosial tertentu. Balla’ Lompoa merupakan manifestasi dari kearifan dan budaya lokal yang masih dilestarikan hingga saat ini. Untuk memperluas diskusi seputar arsitektur rumah adat tradisional, kajian selanjutnya sangat penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap makna elemen arsitektur bangunan, lanskap budaya dan kawasan sebagai representasi budaya dari Balla’ Lompoa, karena kemajuan arsitektur saat ini secara intrinsik terkait dengan anteseden historisnya. Selain itu, evolusi arsitektur tidak dapat dipisahkan dari keberadaan manusia, yang mencakup semua aspek kehidupan, termasuk bidang budaya. Oleh karena itu, studi lanjutan terhadap kerangka arsitektur Balla’ Lompoa akan menawarkan wawasan yang tak ternilai tentang konektivitas antara arsitektur dan kehidupan budaya.