YETTI HERAYATI, NIA MASNIA, TITI HARYANTI
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1993
KUL - 641.3 (640-649)
-
Wujud, variasi, fungsi dan cara penyajian makanan pada masyarakat Sunda banyak ditentukan oleh faktor-faktor lingkungan fisik, pelapisan sosial, adat kebiasaan, agama dan kepercayaan. Kebiasaan makan ngariung atau makan bersama telah terpola pada masyarakat Sunda. Selingan makan yang disebut ngopi, terdapat pada setiap lapisan masyarakat, dengan variasi yang bermacam-macam tergantung kemmapuan masing-masing. Begitu pula mengirim-ngirimkan makanan kepada tetangga maupun kaum kerabat merupakan suatu tradisi. Agama dan kepercayaan mewarnai ini, pelarangan makan babi dan minuman keras yang dianut masyarakat Sunda beragama Islam masih dipertahankan.