MIGRASI DAN PLURALITAS MASYARAKAT DI KOTA SABANG

Pengarang: 

IRINI DEWI WANTI DAN KODRAT ADAMI

Penerbit: 

BPNB ACEH

Tahun Terbit: 

2016

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

PMP-304.8 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-61-2

Jumlah Halaman: 
90

Salah satu daerah di wilayah propinsi Aceh yang mempunyai tingkat pluralisme yang tinggi adalah di Kota Sabang. Pada awalnya, penduduk asli ada yang merasa tidak berkenan karena wilayah Sabang tidak begitu luas. Namun setelah beberapa waktu berjalan, perasaan itu mulai hilang dengan sendirinya. Selain karena faktor politik/kebijakan pemerintah Belanda, terbentuknya masyarakat yang pluralism di Kota Sabang adalah karena faktor ekonomi, sosial dan demografi. Pluralisme yang terbentuk di Kota Sabang telah menyebabkan budaya-budaya masing-masing suku bangsa yang ada di daerah ini telah menyatu (berakulturasi). Mereka tidak lagi fanatik memegang budaya asal mereka. Mereka telah memaklumi apabila melihat budaya asing yang berada di luar lingkungan mereka. Terbentuknya sikap ini berasal dari percampuran budaya melalui perkawinan yang terjadi selama berpuluh tahun diantara anggota masyarakat Sabang.

MIGRASI DAN PLURALITAS MASYARAKAT DI KOTA SABANG