DRS. ABU HAMID
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1986
2.5(300-31
PERTUMBUHAN PEMUKIMAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PERAIRAN DAERAH SULAWESI SELATAN
Sebagian pemukiman Daerah Sulawesi Selatan berada di daerah lingkungan perairan, baik yang berada di pesisir laut, maupun yang di sekitar sungai, danau dan rawa. Salah satu daerah pemukiman perairan itu ditinjau dari segi kegiatan produksi dan jasa yang derajat ketergantungan pada lingkungan perairan paling tinggi adalah Desa Bajoe, Kecamatan Tanette Riattang di Kabupaten Bone. Penduduknya terdiri atas 3 suku bangsa yaitu Bugis, Mandar, dan Bajo. Sebagian besar penduduknya secara turun temurun bermata pencaharian sebagai nelayan. Sumber produksi adalah perikanan dengan segala jenisnya, diproduksi dari perairan Teluk Bone pada lokasi Todangnge, yakni perairan dalam sekitar 5 sampai 7 mil dari pantai, dan gugusan karang yang terletak antara 3 sampai 5 mil dari pantai. Sistem pemasaran hasil produksi, ada tiga pola, yakni nelayan sendiri langsung membawanya ke pasar yang dibantu oleh anggota keluarganya, nelayan berhubungan dengan pedagang perantara, dan nelayan sebagai sawi di kelola oleh Ponggawa segenap hasil produksinya, kemudian pendapatan melalui bagi hasil. Harapan-harapan yang diinginkan oleh warga pemukiman perairan Desa bajoe adalah : 1. Reboisasi pesisir pantai agar kelestarian lingkungan fisik dapat terjaga. 2. Penciptaan model tata niaga hasil produksi yang merupakan mata rantai dari produksi ke pemasaran agar supaya para nelayan tidak jatuh pada tengkulak. 3. Penciptaan deversifikasi lapangan hidup, agar para nelayan dapat menggunakan waktu luangnya untuk memperoleh penghasilan tambahan. 4. Perbaikan pemukiman dan sanitasinya digerakkan oleh pemerintah. 5. Diharapkan penanggulangananak putus sekolah dari Departemen Sosial, supaya mereka dapat di beri latihan kerja dan keterampilan untuk menyongsong masa depannya.