TEKNOLOGI TRADISIONAL PADA MASYARAKAT NELAYAN DI TARAKAN

Pengarang: 

POLTAK JOHANSEN

Penerbit: 

BPSNT PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2008

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Timur
Rak: 

TEK - 639 (630-639)

ISSN/ISBN: 

978-602-8451-16-1

Jumlah Halaman: 
84

Kehidupan masyarakat nelayan yang ada di Tarakan dalam memanfaatkan kekayaan laut umumnya  masih tergantung pada kebiasaan yang mengacu pada tradisi yang selama ini mereka patuhi. Hal ini tercermin dari persepsi mereka terhadap laut dan tentang teknologi tangkap ikan yang berbasis pelestarian sumber daya laut. Dalam melakukan aktifitas sehari-hari mencari ikan penggunaan alat tangkap masih dilakukan secara tradisional dan tidak merusak biota laut. Dalam melakukan aktifitas sehari-hari mencari ikan penggunaan alat tangkap masih dilakukan secara tradisional dan tidak merusak biodata laut. Pekerjaan dilaksanakan secara berkelompok baik yang tergolong dalam nelayan semi modern dan modern, yang telah menggunakan kapal/perahu dengan mesin tempel. Sementara yang melakukan secara perorangan hanya menggunakan perahu sampan yang hanya mengandalkan tenaga dayung atau dorongan angin. Para nelayan menyadari dalam memanfaatkan laut khususnya dalam mencari ikan juga mengandalkan pengetahuan lokal yang mereka dapat dari alam. Dalam mengolah dan memanfaatkan kekayaan laut misalnya, menurut pengetahuan mereka ada mengenal istilah pindua dimana dalam satu bulan ada dua kali penghasilan nelayan melebihi dari yang biasa. Dalam istilah setempat disebut konda.  

 

TEKNOLOGI TRADISIONAL PADA MASYARAKAT NELAYAN DI TARAKAN