SEKELUMIT SUKU-SUKU PEDALAMAN DI INDONESIA (SUKU ASMAT)

Pengarang: 

AMIR MARTOSEDONO

Penerbit: 

ANEKA ILMU SEMARANG

Tahun Terbit: 

1987

Daerah/Wilayah: 
Papua
Rak: 

MAT - 307.77 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
71

Nama Asmat ini mulai dikenal oleh orang banyak pada tahun 1930, karena serangan mereka di daerah suku Mimika. Suku Asmat mendiami dataran rendah, berawa-rawa dan berlumpur, serta ditutup oleh hutan tropis. Pada umumnya perkawinan diatur oleh orang tua kedua belah fihak, tanpa diketahui oleh anak-anak mereka. Kehidupan suku Asmat berhubungan erat sekali dengan alam di sekitarnya. Keturunan Fumeripits yang menamakan suku Asmat ini mewarisi bakat memahat dan mengukir dari Penciptanya. Dengan masuknya pengaruh dari luar, suku Asmat sekarang sudah menggunakan kapak dan pahat dari besi. Suku Asmat hanya mengenal 3 macam warna : merah, putih dan hitam. dahulu suku Asmat hidup di hutan-hutan menetap di suatu tempat untuk beberapa bulan, lalu pindah mencari tempat baru, bila bahan makanan di tempat itu sudah mulai berkurang. Suku Asmat memiliki 2 macam rumah yaitu rumah keluarga dan rumah bujang. Pemasukan unsur baru tidak selamanya lancar dan damai, terutama apabila menyangkut perasaan dan keyakinan mereka.