STUDI TENTANG SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DAERAH PERBATASAN : STUDI KASUS MASYARAKAT PULAU MARORE KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

Pengarang: 

ALEX J. ULAEN, PAULINA NUGRAHINI, CHRISTIAN SETIAWAN, ASRULLAH DUKALANG, ALINABUR

Penerbit: 

BPNB MANADO

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Utara
Rak: 

KSB - 307.7 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-602-9374-45-2

Jumlah Halaman: 
175

Aspek sosial budaya yang dipandang dapat mempresentasikan ekspresi budaya warga Marore diwilayah perbatasan dipilih dengan mempertimbangkan aktivitas utama dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah pulau kecil seluas ± 3.12 km2 dengan topografi didominasi oleh bebatuan dan dihuni 672 jiwa yang terhimpin dalam 170 rumah tangga dengan mata pencaharian sebagai nelayan. Kenyataan ini mengarahkan pilihan pada aspek sosial budaya bahari yang diangkat dalam studi ini. Apalagi salah satu tradisi yang dilakoni oleh nelayan ketika melaut adalah badaseng. Sejak lama dan menjadi kebiasaan yang diwarisi turun-temurun, badaseng tidak sekedar berumah sementara waktu dalam hubungannya dengan aktivitas melaut. Berawal dari badaseng mereka kemudian menetap dan beranak-pinak di tempat tersebut.