ARNOLD BATKUNDE, CANNY RUMFAN, JULIANA WERIDITY, ADONIA ANITA BATKUNDE
BPNB AMBON
2012
UUA - 394.2 (390-399)
978-979-1463-38-6
Dalam konteks budaya Tanimbar, upacara fangnea kidabela merupakan salah satu wujud kearifan lokal yang mengandung makna penguatan/pengerasan terhadap ikatan atau hubungan persaudaraan dan persahabatan antara seluruh penduduk dari dua kampung atau lebih berdasarkan adat yang bertujuan untuk mempersatukan dan memperkokoh serta memperkuat masyarakat kidabela/keselibur/awai dalam wadah persekutuan yang tidak mudah pecah. Budaya Fangnea Kidabela identik dengan upacara panas pela dan gandong di Ambon, Lease dan Maluku Tengah dimana secara teoritis motif pemunculannya sama namun implementasinya berbeda dalam kehidupan masyarakat. Jadi filosofi budaya masyarakat Tanimbar ada 3, yaitu : (1) duan lolat, (2) temar lolan/timpe lornar, (3) kidabela/keselibur/awai