IR. CHANIAGO
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1986
2.5(300-31
PERTUMBUHAN PEMUKIMAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PERAIRAN DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
Kedudukan cikal bakal Marunda Pulo menduduki tempat terhormat di hati warga masyarakat sekarang. Hampir setiap penduduk mencoba mengkaitkan dirinya dalam suatu hubungan denganH. Safiuddin, di satu pihak identifikasi ini merupakan daya rekat antara anggota masyarakat dan di pihak lain mewujudkan ketertutupan. warga masyarakat Marunda mengenal orang Marunda Pulo sebagai pemeluk agama Islam yang patuh, relatif tidak terjangkit penyakit sosial yang muncul di kota-kota dan didiami oleh pemuka agama yang terkenal. Anggapan ini dihayati oleh penduduk Marunda Pulo, bahkan ketaatan beragama itu tidak dengan sendirinya mempengaruhi proses adaptasi yang dilakukan. Pengetahuan di luar agama Islam, baik yang rasional maupun irrasional yang mendominasi pengadaptasian penduduk Marunda Pulo masih banyak. Pengalaman mereka menunjukkan kondisi tanah pantai yang bagaimana yang dapat digunakan sebagai tapak rumah. Gerak-gerik perairan itupun mereka perhitungkan dalam menentukan pembangunan rumah. Sementara itu langkanya sumber air tawar ikut mengembangkan pengetahuan mereka tentang sarana transportasi di perairan yang juga digunakan sebagai sarana produksi dan distribusi, bahkan juga sebagai sarana rekreasi dan kehidupan sosial. Pengalihan pengetahuan berlangsung melalui beberapa cara. Cara sosialisasi nampaknya menduduki tempat dominan. Sementara itu petuah, nasehat, dan wasiat adalah wahana yang seringkali dipakai untuk mewujudkan komunikasi sambung rasa antara pemberi dengan si penerima pesan.