SUTAN PANGADUAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1988
NKU - 091 (090 - 099)
-
Tema cerita ini ialah keserakahan akan menimbulkan kehancuran yang mengerikan. Rajo Angek Garang, dalam cerita ini karena keserakahan dan kesombongannya ketka ia berkuasa berbuat sewenang-wenang terhadap Puti Ameh Manah (ibu si Untuang Sudah) dan Puti Kasumbo (kakak si Untuang Sudah). Kedua orang ini dipenjarakannya dengan berbagai siksaan, dikubur hingga pinggang, karena keinginannya hendak mengawini Puti Ameh Manah tidak terkabul. Tindakannya ini mendapat balasan dari si Untuang Sudah. Rajo Angek Garang dibunuhnya dihadapan rakyatnya. Orang yang iri itu akan celaka. Hal ini dapat dilihat pada guru agama si Untuang Sudah yang iri melihat kepandaian si Untuang Sudah. Si Untuang Sudah difitnahnya sehingga ia diusir oleh orang tua angkatnya, dan terbukti kalau berbohong. Guru itu lari ke hutan dan menjadi kera. Cerita ini berakhir dengan kebahagiaan. Setelah Rajo Angek Garang dibunuh oleh si Untuang Sudah, si Untuang Sudah dinobatkan menjadi raja. Ia disenangi oleh anak negeri. Negeri menjadi aman dan makmur rakyatnya hidup bahagia karena raja yang memerintah adil dan bijaksana.