BIOGRAFI PAHLAWAN HAJI ANDI SULTAN DAENG RAJA KARAENG GANTARANG BULUKUMBA

Pengarang: 

M. BASRI PADULUNGI

Penerbit: 

PEMERINTAH DAERAH TINGKAT I SULAWESI SELATAN

Tahun Terbit: 

1981

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

BSL - 920.72 (920-929)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
87

Penentangan kehadiran Belanda di Sulawesi Selatan menimbulkan peristiwa yang melahirkan tokoh-tokoh pejuang yang tidak kenal meyerah, diantaranya Haji Andi Sultan Daeng Raja. Ia bukan saja tampil sebagai penentang hadirnya kembali Belanda di Sulawesi Selatan, tapi juga termasuk salah seorang pencetus ikrar yang merupakan perjanjian luhur bangsa Indonesia yaitu Proklamasi di Jakarta. Kewibawaannya yang berakar terhadap rakyat Bulukumba tidak disia-siakan dalam membangun kepercayaan terhadap harga diri sebagai bangsa merdeka. Penangkapannya oleh Sekutu (Australia) membuktikan bahwa dirinya sebagai salah seorang tokoh perjuangan Sulawesi yang dianggap mampu menghambat kembalinya penjajah Belanda di Indonesia sehingga ia disingkirkan dari tengah-tengah masyarakat. Sesudah pembubaran konstituante pada tahun 1959, beliau tidak aktif lagi memberikan dharma baktinya pada negara. Pada tanggal tanggal 17 Mei 1963 Haji Andi Sultan Daeng Raja meninggal dunia di Rumah Sakit Pelamonia pada usia 70 tahun dan dimakamkan di belakang Mesjid Raya Ponre sesuai amanah beliau.

BIOGRAFI PAHLAWAN HAJI ANDI SULTAN DAENG RAJA KARAENG GANTARANG BULUKUMBA