MAVIS ROSE
PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
1991
BSL - 922 (920-929)
979-511-021-7
Hatta muncul sebagai pemimpin melalui kemampuannya berorganisasi, dorongan, pemikiran yang kreatif dan tulisan-tulisan yang provokatif. Sewaktu pendudukan Jepang dan Revolusi, Hatta memperoleh penerimaan yang paling luas sebagai seorang pemimpin nasional. Hatta mempunyai kecenderungan bersikap ambivalen dalam pernyataannya mengenai Soekarno, sesekali bersifat protektif dan pengertian. Namun mereka bersama-sama memproklamasikan kemerdekaan. Ada dukungan dan kesetiaan yang luas terhadap Dwitunggal di seluruh kepulauan, dengan pengakuan bahwa keduanya saling melengkapi. Setelah Hatta mengundurkan diri dampak politik melemah dan rezimnya berakhir dengan kerusuhan politik dan ekonomi. Sejak 1960 sampai wafatnya, aktivisme politik Hatta menjadi tertutup.