CIREBON SEBAGAI BANDAR JALUR SUTRA (KUMPULAN MAKALAH DISKUSI ILMIAH)

Pengarang: 

SUSANTO ZUHDI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA

Tahun Terbit: 

1997

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

SEK - 900 (900 - 909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
261

 

Diskusi Ilmiah Cirebon Sebagai Bandar Jalur Sutra berlangsung dari tanggal 22-24 Desember 1995 bertempat di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat. Diskusi ilmiah ini mendapatkan kesimpulan antara lain faktor letak, potensi alam, dan komoditi yang mendukung aktivitas masyarakat Cirebon menjadi komponen dari sub-sistem jalur pelayaran dan perdangan dunia. Dari aspek ekonomi sosial, dan budaya, Cirebon berkembang dari sebuah bandar yang bersifat lokal, kemudian menjadi bandar yang berskala regional dan internasional. Dampak dari perkembangan bandar Cirebon adalah tumbuhnya kota Cirebon sebagai pusat politik, ekonomi, sosial-budaya (agama Islam), yang semula dikenal sebagai pedukuhan–Pasambangan dan Lemah Wungkuk–menjadi sebuah kota yang berperan sebagai pusat pertemuan budaya daerah dan internasional. Kota Cirebon mewariskan bukti-bukti peninggalan sejarah dan budaya yang potensial antara lain : kesenian yang khas Cirebon (topeng, wayang, lukisan batik).

CIREBON SEBAGAI BANDAR JALUR SUTRA (KUMPULAN MAKALAH DISKUSI ILMIAH)