A.J. RUMINTJAP, H. KAPANTOW, S. MAKAL, H.M. SARAJAR, W.H.A. REGAR, W.M. KOROMPIS
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1991/1992
AGA - 206 (200-209)
-
Organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Propinsi Sulawesi Utara hasil penelitian terhadap kelima organisasi penghayat, yaitu organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Adat Musi, Masade, Empung Lokon Desa, Kalkikan dan Sanga Lalan Rondor dalam kenyataan menunjukkan bahwa keberadaan menunjukkan bahwa kebedadaan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan bagian dari kebudayaan bangsa secara historis telah ada dan dihayati oleh sebagian bangsa Indonesia. Dalam keberadaan sejarah organisasi-organisasi penghayta kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Propinsi Sulawesi Utara, mulai tumbuh dan berkembang setelah GBHN 1978 dan pidato kenegaraan Presiden RI di depan Sidang DPR. Didalam tata cara penghayatan yang meliputi pelaksanaan penghayatan, sarana penghayatan dan doa penghayatan dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan penghayatan ada organisasi yang menerapkan arah pelaksanaan dan yang tidak terikat oleh arah tertentu dilakukan menghadap kemana saja. Dalam hal sarana penghayatan kelima organisasi menunjukkan tempat sarana bervariasi. Menyangkut perlengkapan penghayatan yang digunakan oleh kelima organisasi yang dijadikan sampel dalam penelitian ini, pada dasarnya memiliki persamaan. Kalaupun ada perbedaan itu hanya merupakan pelengkap dalam pelaksanaan penghayatan. Adapun doa yang dilaksanakan dalam penghayatan dari masing-masing organisasi, menunjukkan adanya beberapa macam seperti doa syukuran, permohonan pengampunan dosa, penyembuhan, keselamatan, dan sebagainya.