KEBERADAAN PAGUYUBAN - PAGUYUBAN ETNIS DI DAERAH PERANTAUAN DALAM MENUNJANG PEMBINAAN PERSATUAN DAN KESATUAN (KASUS PEIRSADA HINDU DHARMA INDONESIA DI SEMARANG)

Pengarang: 

DJOKO MUDJI RAHARDJO, WAHYUNINGSIH

Penerbit: 

BAGIAN PROYEK PEMBINAAN DAN PENGKAJIAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1999/2000

Daerah/Wilayah: 
Jawa Tengah
Rak: 

FPK - 305.8 (300-309)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
88

Banyaknya penduduk yang bermigrasi / urbanisasi telah menjadi Kota Semarang penduduknya banyak sebagai perantau. Kebutuhan akan rasa senasib sepenanggungan dan rasa aman terwujudlah wadah orang-orang sedaerah asal. Kelompok-kelompok inilah apa yang disebut kemudian dengan paguyuban. Salah satu paguyuban itu adalah PHDI. Manfaat dengan keberadaan paguyuban-paguyuban yaitu : Menambah erat pergaulan sesama anggota, Sebagai sarana informasi baik untuk kemajuan paguyuban itu sendiri ataupun kepentingan menyangkut kehidupan para anggotanya, Masalah penghidupan misalnya ada salah seorang anggota yang masih mengganggur maka anggota yang lain bisa mencarikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Di Kota Semarang terdapat budaya dominan yakni budaya Jawa. Paling tidak budaya dominan (Jawa) dapat mengeliminir pertentangan atau konflik dalam hubungan antar budaya yang dalam hal ini diperankan oleh paguyuban-paguyuban itu.

KEBERADAAN PAGUYUBAN - PAGUYUBAN ETNIS DI DAERAH PERANTAUAN DALAM MENUNJANG PEMBINAAN PERSATUAN DAN KESATUAN (KASUS PEIRSADA HINDU DHARMA INDONESIA DI SEMARANG)