DRS. ADENG
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN JAKARTA
1998
900 - 999
Menurut naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, disusun oleh Pangeran Arya Carbon pada 1720 M, istilah Cirebon asalnya dari kata “Caruban”, kemudian “Carbon”, dan akhirnya “Cirebon”. Terbentuk dan berperannya Cirebon sebagai bandar niaga tidak terlepas dari perkembangan dunia internasional, yang disebabkan oleh adanya motif ekonomi, politik dan agama. Dari motif ekonomi mendorong berbagai bangsa untuk mencari komoditas yang bernilai tinggi. Motif politik menempatkan bangsa pendatang (yang secara relatif memiliki berbagai keunggulan) sebagai bangsa yang selalu berusaha merebut dan memaksakan hegemoninya. Sedangkan motif agama melahirkan perasaan sebagai bangsa yang paling beradab yang mempunyai tugas suci memperadabkan bangsa- yang masih primitif. Sebagai pusat perubahan, Cirebon memulai dengan dirinya sendiri, hal itu tampak sebagai tempat “mandi suci agama Hindu” (pada masa Tarumanegara) lambat laun berubah menjadi kota pelabuhan dari sebuah kerajaan yang bercorak Islam. Perubahan itu disebabkan oleh faktor eksternal dan internal.