NIRWAN DEWANTO
PT PUSTAKA LP3ES INDONESIA
1991
000-091 (K
Membicarakan kebudayaan berarti bercermin ke peradaban, tapi siapa peduli dengan peradaban kecuali para seniman, cerdik cendekia, arsitek, perancang industri, perancang mikro chip, ahli fisika dan genetika, perencana kota, teknokrat dan lain sebagainya. Adanya anggapan baru bahwa semua orang adalah pencipta kebudayaan atau mengganti istilah buruh dengan karyawan, apakah serta merta mereka akan naik kelas menjadi pencipta peradaban, jawabannya akan mustahil, jika pandangan kita pun tentang sejarah manusia dan kebudayaannya belum beranjak dari tahap pra-kapitalis, jika kita hanya mau menerima dunis seperti apa adanya kini : terbagi antara pemodal dan pekerja, pekerja otak dan para pekerja tangan antara kerja konkret dan kerja abstrak tanpa mnegubahnya dengan tangan-tangan sekaligus otak kita untuk menciptakan masyarakat baru.