SEJARAH EKSPEDISI PASUKAN SULTAN AGUNG KE BATAVIA

Pengarang: 

SUTRISNO KUTOYO, SOEWADJI SJAFEI, BOEDI SOESILO POERWO, SUKIRMAN DHARMAMULYA, MASYKURI, SUHARTINAH SUDIYONO, SRI SUTJIANINGSIH

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1986

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

BLS - 929.7 (920-929)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
109

Pasukan Mataram dibedakan menjadi dua, yakni prajurit tetap disebut prajurit tamtama dan prajurit pancen disebut prajurit arahan. Taktik yang dipergunakan Sultan Agung untuk menundukkan Batavia melalui berbagai tahap persiapan, yaitu menundukkan kota-kota pantai di Jawa Timur, perkawinan, melakukan penyelidikan ke medan perang yang dilakukan oleh orang-orang kepercayaan Sultan Agung karena mereka memiliki kecerdikan dan kelincahan untuk mengamati daerah lawan. Serangan pertama tahun 1628, serangan kedua 1629 dan diarahkan pada benteng-benteng Parel, Holland, Robijn, Safier dan Diamont. Serangan Mataram pada bulan September 1629 tidak berarti, karena hanya berupa serangan kecil.

SEJARAH EKSPEDISI PASUKAN SULTAN AGUNG KE BATAVIA