DRS. SETIADI KARTOHADIKUSUMO
PUSTAKA SINAR HARAPAN
1990
BSL - 923.2 (920-929)
979-416-090-3
Sebagian besar dari perjalanan hidupnya dikalangan kepamongprajaan. Di Dewan Rakyat (Volksraad) Soetardjo menjadi anggota yang merangkap sebagai ketua. Fraksi Pamong Praja perjuangan Soetardjo di Forum Dewan Rakyat mencapai puncaknya pada saat diajukannya ”Petisi Soetardjo”. Pada masa pendudukan Jepang, Soetardjo tetap memperjuangkan nasib bangsa melalui jalur kepamongprajaan yang pada waktu itu berpangkat Syucokan (residen). Perjuangan Dr. Soetardjo Kartohadikoesoemo di forum Dewan Rakyat mencapai puncaknya pada saat diajukannya "Petisi Soetardjo" yang mendesak kepada pemerintah kolonial Belanda untuk memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia dalam jangka waktu 10 tahun, terhitung sejak Petisi diajukan (tahun 1936). Pada masa pendudukan Jepang, beliau tetap memperjuangkan nasib bangsanya melalui jalur kepamongprajaan. Di masa Orde Baru, Dr. Soetardjo untuk terakhir kali tampil di muka umum dalam kesempatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-31, yang diselenggarakan oleh Dewan Harian Nasional (DHN) Angkatan 45 pada tanggal 20 Agustus 1976 di Gedung Juang Jakarta. Kurang lebih empat bulan sebelum wafat (20 Desember 1976), beliau mengajak jajaran Pejuang Angkatan'45 untuk mewujudkan Ordening Mental secara total dalam membendung gejala sifat materialistis yang mulai timbul secara memprihatinkan di tengah-tengah masyarakat Indonesia.