Beradu Gasing : Upaya Pelestarian Permainan Rakyat
LANDAK – Gasing merupakan permainan yang cukup populer bagi masyarakat Kalimantan Barat. Bahkan permainan ini dianggap sebagai permainan tradisional di kalangan suku Melayu dan Dayak, dua suku bangsa terbesar di Kalimantan Barat. Sebagai permainan tradisional, permainan ini sering diperlombakan pada berbagai kegiatan budaya berskala besar seperti Gawai Dayak dan lain sebagainya.
Meskipun cukup populer dikalangan masyarakat namun bukan berarti pemainan gasing mudah ditemukan pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Dahulu permainan gasing mudah ditemukan karena menjadi hiburan dan ajang sosialisasi bagi masyarakat dikala senggang. Kini permainan ini lebih sering dimainkan hanya pada saat perlombaan saja.
Tak bisa dipungkiri bahwa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah membawa dampak yang sangat besar dikalangan generasi muda saat ini dimana teknologi yang serba canggih lebih mendominasi kehidupan mereka. Keadaan ini bukan tak mungkin akan menyebabkan permainan rakyat pudar dan hilang dilindas kemajuan jaman.
Sebagai salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan permainan rakyat, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Pontianak mengadakan perlombaan permainan rakyat yang dilaksanakan di Keraton Ismahayana Kab. Landak pada tanggal 1-4 Juni 2015 dengan tema “Membangun Nilai dan Jiwa Sportivitas Melalui Permainan Rakyat”.
Untuk tahun 2015, permainan tradisional yang diperlombakan adalah lomba gasing dengan dua kategori yaitu Pangkak Gasing dan Uri (Rindu) Gasing. Pangkak Gasing yaitu adu dua gasing dari dua tim/dua peserta dengan sistem perolehan nilai sedangkan Uri Gasing merupakan lomba ketahanan gasing berputar dalam hitungan waktu. Perlombaan ini diikuti oleh 19 orang peserta untuk Pangka Gasing dan 9 peserta untuk Uri Gasing. Adapun pemenang lomba Pangka Gasing untuk juara pertama adalah Hendra Kos sedangkan Abdul Wapi dan Yahuda masing-masing sebagai juara kedua dan ketiga. Untuk kategori Uri Gasing, Bintang Fahlevi sebagai juara pertama, disusul Juin dan Sabirin sebagai juara kedua dan ketiga.
Dari perlombaan permainan tradisional ini ada satu hal yang patut dibanggakan yaitu keikutsertaan generasi muda Kabupaten Landak. Hampir seluruh peserta lomba Pangka Gasing maupun Uri Gasing diikuti oleh kalangan pemuda dan remaja. Diharapkan melalui perlombaan permainan tradisional ini generasi muda semakin mencintai dan peduli terhadap permainan tradisional sehingga permainan ini terus menjadi milik bersama masyarakat. (adm)