KONGRES KEBUDAYAAN III TAHUN 2012

KONGRES KEBUDAYAAN III TAHUN 2012

 

 

            Membangun Karakter dan Memperkokoh Ketahanan Budaya Masyarakat Multikultur menjadi  tema dari Kongres Kebudayaan III Tahun 2012 yang diadakan di Kota Singkawang, tanggal 15-18 Oktober 2012. Kegiatan Kongres Kebudayaan ini di selenggarakan oleh Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kota Singkawang.

            Peserta kongres adalah perwakilan dari berbagai elemen yang ada di Kalimantan Barat, diantaranya utusan dari instansi pemerintah di tingkat Provinsi dan Kab/Kota yang berhubungan dengan kebudayaan, dari perguruan tinggi, sekolah, dewan adat/paguyuban etnis, sanggar kesenian, lembaga swadaya/organisasi massa pendamping komunitas masyarakat adat, para budayawan, peneliti budaya serta media massa.

            Acara pembukaan dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2012 di Balaikota Singkawang yang dihadiri oleh I Gede Ardika (narasumber/mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata), Kepala BPSNT Pontianak,Sekda Kota Singkawang, Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Pengadilan Negeri Singkawang, perwakilan SKPD dari kabupaten kota serta tamu undangan, peserta, tokoh adat, tokoh budaya, narasumber, pekerja seni dantokoh masyarakat. Pada acara pembukaan juga ditampilkan hiburan rakyat antara lain sajian musik dan lagu daerah, tarian tiga etnis (Dayak, Melayu dan Cina) serta pemutaran film berjudul Mustika Bintang yang di produksi oleh generasi muda Singkawang.

            Kongres Kebudayaan III menampilkan 9 narasumber yang berasal dari pusat dan daerah yaitu Dr. Mukhlis Pa’Eni (Budaya Daerah Sebagai Deposit Ekonomi Kreatif); Dr. Romo Beni Susetio (Membumikan Wawasan Multikultural di Indonesia: Agama, Pluralisme dan Pancasila Sebagai Habitus Baru); I Gede Ardika (Multikultur Membangun Karakter dan Memperkokoh Ketahanan Budaya Masyarakat. Pembangunan Berwawasan Budaya Sebagai Alat Memperkokoh Ketahanan Budaya Kalimantan Barat); Dr. Robini (Membangun Masyarakat dan Budaya Keberagaman); Dr. Pabali Musa (Karakter dan Ketahanan Budaya); Jhon Bamba (Bahasa dan Multikulturalisme); Drs. Gusti Suryansyah, M.Si (Membangun Multikulturalisme Dalam Memperkokoh Ketahanan Budaya Masyarakat); Dr. Kristianus Atok, M.Si (Konstruksi Budaya Dayak Dalam Perspektif Multikulturalisme); Sulistyorini (Membangun Karakter Melalui Pendidikan Multikultural).

            Tiga komisi yang dibentuk mempunyai tema yang berbeda. Komisi 1 membahas tentang Promosi Kearifan Lokal dalam Membangun Karakter Masyarakat Multikultur, Komisi 2 membahas tentang Pendidikan Karakter Melalui Penanaman Nilai dan Komisi 3 membahas tentang Harmonisasi Masyarakat Multikultur untuk Memperkokoh Ketahanan Budaya. Hasil yang dicapai dari Kongres Kebudayaan III di Singkawang antara lain : Mendesak pemerintah dan DPR untuk segera membuat dan mengesahkan perda/perbup yang mengatur tentang pengakuan hak-hak adat dan hak ulayat masyarakat adat di wilayah kabupaten/kota; Menyediakan sarana dan prasarana untuk pengembangan pendidikan karakter berbasis kebudayaan lokal; Mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan Barat untuk membangun mekanisme pencegahan dini konflik.

            Penutupan Kongres Kebudayaan III di Singkawang tanggal 17 Oktober oleh asisten I Sekda Kota Singkawang  dan menetapkanpelaksanaan Kongres Kebudayaan IV Tahun 2014 dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya.