SAKA WIDYA BUDAYA BAKTI :
PEMBINAAN KARAKTER BANGSA MELALUI GERAKAN PRAMUKA
Pontianak – Gerakan Pramuka masih tetap relevan dengan perkembangan jaman. Walaupun era globalisasi dewasa ini dipenuhi dengan kemajuan IPTEK namun manusia tetap menjadi penentu dari kemajuan tersebut. Oleh karena itu diperlukan pembangunan manusia yang memiliki karakter dan watak yang kuat sehingga bukan hanya melahirkan generasi yang cerdas menguasai IPTEK namun juga generasi muda yang tangguh, berbudi pekerti luhur, rukun dan kompak bersatu serta sanggup menghadapi tantangan jaman. Hal ini disampaikan oleh Mabisaka daerah Kalbar, Drs Akim, MM dalam sambutannya yang dibacakan oleh Drs. H. Kusnadi, M.Si – pejabat sementara kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi - pada pembukaan Workshop Saka Widya Budaya Bakti, Jumat, 18 September 2015 di aula gedung BPNB Pontianak. Lebih lanjut disampaikan bahwa terbentuknya Saka Pramuka Widya Budaya Bakti merupakan sarana dan wahana untuk mengembangkan, membina dan mengarahkan minat bakat generasi muda terhadap pelestarian budaya bangsa. Diharapkan dengan kegiatan ini nilai budaya di daerah Kalbar tetap dapat dilestarikan.
Pengenalan nilai budaya Kalimantan Barat pada kegiatan Saka Widya Budaya Bakti bidang budaya dilakukan dengan pembekalan pengetahuan kepada peserta melalui penyampaian materi oleh narasumber, kunjungan ke lokasi sejarah budaya dan pemutaran film di gedung bioskop BPNB Pontianak. Setelah rangkaian acara pembukaan dan penyampaian materi bidang sejarah di hari pertama, peserta diajak untuk mengunjungi Keraton Kadriah yang merupakan cikal bakal berdirinya kota Pontianak pada hari kedua pelaksanaan workshop. Kunjungan ke beberapa lokasi seperti Masjid Jami’ atau yang juga dikenal dengan Masjid Sultan Syarief Abdurrahman,serta icon kota Pontianak Tugu Khatulistiwa merupakan praktek krida bina sejarah. Sementara kunjungan ke Museum Kalimantan Barat merupakan praktek krida cagar budaya dan museum. Kunjungan ke lokasi sejarah dan museum ini diharapkan bisa memberi gambaran kepada para pembina pramuka bagaimana mempraktekkan krida-krida di bidang kebudayaan di gugus depan masing-masing.
Kegiatan workshop dilaksanakan dari tanggal 18-21 September 2015 dan diikuti oleh 50 an orang peserta yang merupakan para pembina pramuka di lingkungan kwartir cabang Pontianak dan kwartir cabang Kabupaten Kubu Raya. Dengan menjunjung tema “Melestarikan Kebudayaan Daerah melalui Workshop Saka Widya Budaya Bakti”, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan mensosialisasikan Saka Widya Budaya Bakti bidang pendidikan, mengenalkan atau mensosialisasikan krida-krida dalam Saka Widya Budaya Bakti bidang kebudayaan, serta memberikan pemahaman akan pentingnya pelestarian kebudayaan melalui kegiatan kepramukaan. Demikian penjelasan yang disampaikan oleh ketua panitia Dra. Hendraswati. Kegiatan yang ditutup pada hari Senin, 21 September 2015 oleh Plt Kepala Balai yang diwakili oleh Dra Hendraswati, diakhiri dengan penampilan Tari Tiga Etnis oleh Sanggar Oreos Pontianak. Adm.