PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NASKAH KUNO DAERAH ISTIMEWA ACEH "HIKAYAT PUTROE HIJOE"

Pengarang: 

MUHAMAD USMAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1988

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

1.6(000-09

PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NASKAH KUNO DAERAH ISTIMEWA ACEH "HIKAYAT PUTROE HIJOE"

Naskah kuno Putro Hijo ditulis tangan dalam bentuk karangan prosa berirama, naskah yang ditulis dengan tulisan Arab Jawi ini terdiri dari tiga belas bagian ceritera. Meriwayatkan tentang peperangan antara raja Aceh melawan raja Deli untuk mempersuntingkan adiknya raja Deli yang bernama putro Hijo, serta nama ini pula yang dijadikan judul naskah, perang tersebut terjadi karena raja Deli menolak pinangan raja Aceh. Berkat tipu muslihat raja Aceh memenangkan perang tersebut, walaupun raja Aceh memenangkan peperangan dan Putro Hijo dibawa pulang ke Aceh, tetapi raja Aceh tidak sempat dijodohkan karena Putro Hijo telah diambil oleh ular naga sesampai di Kuala Aceh. Ular naga tersebut adalah abangnya Putro Hijo yang mengutuk diri ketika kalah perang dengan raja Aceh, sebabnya perang Deli dan Aceh itu meletus karenakedua belah pihak merasa dirinya lebih unggul. Sifat Chaufinisme yang berlebih-lebihan inilah yang mengakibatkan kedua kerajaan mengalami kerugian besar. Memprakarsai pelestarian membaca naskah kuno seperti yang dilakukan Museum Negeri Aceh adalah merupakan hal yang patutdihargai.

PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NASKAH KUNO DAERAH ISTIMEWA ACEH "HIKAYAT PUTROE HIJOE"