Dra. KENCANA S. PELAWI
DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
1992/1993
4.4(390-39
PARHALAAN DALAM MASYARAKAT BATAK
Parhalaan berarti suatu naskah penanggalan untuk melihat sehari-hari baik dan kurang baik dalam memulai sesuatu kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Batak sehari-hari. Pustaka ”Parhalaan” tersebut dituliskan oleh para ”datu” pada kulit kayu, tulang-tulang babi atau kerbau dengan wujud lambang-lambang yang berbeda-beda artinya. Dahulu masyarakat Batak tidak pernah memulai sesuatu kegiatan tanpa melihat lambang-lambang dalam ”parhalaan” yang menjadi pedoman bagi para dukun. Masuknya agama Kristen dan Islam ke Tanah Batak mengakibatkan adanya pergeseran terhadap peranan ”datu” dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar penduduk sudah lebih percaya kepada Tuhan Penciptanya. Keingintahuan masyarakat terhadap ”parhalaan” pada masa kini semakin berkurang karena ditulis dalam aksara daerah yang sulit dipelajari. Di samping itu guru dan naskah yang dimiliki masyarakat Batak sudah langka.