TATAKRAMA DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH NUSA TENGGARA BARAT

Pengarang: 

DRA. TATIEK KARTIKASARI

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Tahun Terbit: 

1992

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Barat
Rak: 

4.2(390-39

TATAKRAMA DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL DAERAH NUSA TENGGARA BARAT

Tatakrama dan jira kesetiakawanan sosial masyarakat Sasak masih relevan, karena tidak bisa dilepaskan dari struktur masyarakatnya sebagai kumpulan orang-orang yang satu sama lain berada dalam statu keteraturan hubungan. Persekutuan-persekutuan sosial karena alasan kekerabatan dan primordialismo memang tergeser oleh perubahan-perubahan di sector ekonomi dan teknologi, akan tetapi ternyata tidak menjadi alasan bagi masyarakat Sasak untuk serta merta menerima nilai-nilai kehidupan luar, karena pada dasarnya keunggulan dan kemampuan adaptif aturan-aturan tradisional itu masih tetap memberikan keuntungan hidup di lingkungan mereka. Tidak bisa dipungkiri bahwa ada golongan generasi muda Sasak yang sudah tidak tahu atau tidak peduli lagi kepada nilai-nilaiyang terkandung dalam ungkapan-ungkapan lisan bahasa ibunya, tapi itu tidak lain karena golongan seperti ini sudah berada di tepi (marginal) kebudayaan luar dengan kebudayaan aslinya.