DAMPAK PENGEMBANGAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DAERAH LAMPUNG

Pengarang: 

DRS. M. THOHA B. SAMPURNA JAYA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN LAMPUNG

Tahun Terbit: 

1995/1996

Daerah/Wilayah: 
Lampung
Rak: 

2.3(300-31

DAMPAK PENGEMBANGAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DAERAH LAMPUNG
Berkembangnya arus migrasi masuk ke daerah Lampung umumnya sejak adanya kolonisasi pertama di Daerah Gedung tataan, dan keberhasilan para migran tersebut telah menarik migran potensi dari daerah asalnya. Proses ini berjalan dalam waktu yang panjang, sehingga ruang dan sumberdaya alam yang tersedia semakin tahun bertambah sempit dan menipis. Dampak positif dalam sektor pertanian, tampak pada cara pengolahan sumber daya yang ada, pengolahan sumber daya telah bergeser daricara-cara tradisional menjadi cara yang modern. Pergeseran nilai budaya tata cara mengundang dalam hajatan, dari kebiasaan informa (budaya lisan) menjadi formal, yang ditandai dengan cara mengundang yang telah mengunakan surat resmi (budaya tulisan). Dampak negatif yang timbul adalah aspek sosial budaya adalah munculnya tingkah laku menyimpang terutama oleh pemuda, seperti : mabuk-mabukan (minum minuman keras), adanya gejala hubungan bebas antara pemuda dan pemudi yang diluar kaedah norma agama maupun nilai-nilai luhur yang diwarisi oleh nenek moyang, memudarnya nilai budaya resepsi perkawinan yang berlaku dalam masyarakat, hal ini tampak jelas dalam pergeseran tata laku propesi perkawinan, dari pementasan budaya asli menjadi budaya yang diadopsi dari luar. Lima prinsip kehidupan masyarakat di daerah Lampung (pi'il pesenggiri, Sakai Sambayan, Nengah Nyappur, masyarakat sehari-hari dengan berbagai pola dan bentuk yang disesuaikan dengan perkembangan jaman.