AFT. EKO SUSANTO, SOEKARDJI, HENGKY ISMUHENDRO SETIAWAN
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1991/1992
AGA - 204 (200-209)
-
Menurut ajaran Urip Sejati, manusia dilahirkan bukan langsung dari Tuhan, akan tetapi melalui perantaraan ibu dan bapaknya (orangtua). Semua makhluk yang ada sekarang menurutnya adanya bukan dari Tuhan namun dari manusia lewat perantaraan manusia juga. Dan ia berkeyakinan bahwa Tuhan itu mutlak adanya. Manusia dalam hidupnya memerlukan sarana kehidupan yang dapat berbentuk materiil maupun spiritual. Untuk itu, menurut Urip Sejati, manusia harus mau dan mampu memberikan penghormatan kepada orang lain, karena dari orang lain manusia mampu mencapai cita-cita. Menurut ajaran Sapta Darma, semua kejadian yang ada di dunia ini sudah ada yang mengatur yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Sedang kita sebagai umatnya hanya dapat melaksanakan apa yang menjadi perintah-Nya dan menjahui larangan-Nya, agar dapat selamat di dunia dan di alam langgeng. Menurut Paguyuban Sangkan Paraning Dumadi Sanggar Kencana, keberadaan Tuhan itu tunggal dan bersifat mutlak. Manusia sebagai utusaning dumadi di akhir perjalanan hidupnya, menurut Paguyuban Sangkan Paraning Dumadi Sanggar Kencana pasti akan kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa. Organisasi Paham Jiwa Diri Pribadi yang mendalami dan mempelajari ajaran-ajaran peninggalan leluhur ternyata mengandung petuah-petuah yang bersifat luhur yang bertujuan agar dalam kehidupan sehari-hari dapat berperilaku luhur. Ajaran Badan Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa “Rila” antara lain menyebutkan adanya poncoroso sejati yaitu roso rasaning sukmo, jiwo rumangsaning rumongso, urip lan obah. Dari kelima rasa tersebut diharapkan dapat membangkitkan rasa ketuhanan yang menumbuhkan tekad untuk menghayati ketuhanan dengan iman yang nyata.