ANITA
BALAI KAJIAN SEJARAH DAN NILAI TRADISIONAL PONTIANAK
2002
959.8 (SEJARAH)
-
Kerajaan Sambas yang terletak di Kabupaten Sambas tepatnya di daerah Kampung Dalam Kaum mempunyai letak geografis yang sangat strategis dan menghasilkan komoditi yang sangat penting bagi perdagangan di wilayah nusantara dan luar nusantara, sehingga banyak para pedagang mengunjungi daerah tersebut untuk bermukim dan mendirikan perkampungan bagi suku bangsa dan bangsa asing yang berorientasi dengan pedagang tersebut berasal. Hal ini terjadi karena sikap sultan yang terbuka menerima kedatangan berbagai suku bangsa asing di daerah mereka. Dengan berkembang Kabupaten Sambas dapat membuat jalur perdagangan yang semakin ramai dengan masuknya kapal-kapal nusantara dan kapal asing ke pelabuhan Sambas dengan membawa barang-barang dagangan untuk dipasarkan di daerah Kabupaten Sambas. Mereka mendirikan perkampungan setelah mendapatkan izin dari Sultan sehingga pada masa itu banyak didirikan kampung yang berorientasi pada daerah atau negara dari pedagang tersebut berasal, diantaranya Kampung Dagang, Kampung Bugis, Kampung Pasar Melayu, Kampung Jawa. Hubungan antara unit terjadi lewat komunikasi, mulai dari hubungan perkawinan, perang, diplomasi sampai pada pelayanan dan perdagangan. Dengan adanya kontrak antara Sultan Sambas dengan Maskapai Dagang Hindia Timur (VOC) hubungan berlanjut dengan rentang waktu yang amat panjang. Dengan runtuhnya VOC sebagai kekuatan ekonomi dan politik dengan pengalihan tanggungjawab kepada Pemerintahan Kolonial Belanda, membawa akibat sosial, ekonomi, dan politik yang cukup besar. Fenomena ini mewarnai aspek kehidupan masyarakat Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sambas yang multi etnik.