TRADISI MEMBERI MAKANAN (PERSEMBAHAN) KEPADA ROH LELUHUR (PATI KA DU'A BAPU ATA MATA) DI KECAMATAN KELIMUTU, KABUPATEN ENDE, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

Pengarang: 

I WAYAN RUPA, I GUSTI NGURAH JAYANTI, YUFIZA

Penerbit: 

KEPEL PRESS

Tahun Terbit: 

2015

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Timur
Rak: 

TDK - 394.1 (390-399)

ISSN/ISBN: 

978-602-356-042-4

Jumlah Halaman: 
94

Ritual Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata merupakan salah satu ritual yang ada pada masyarakat Ende-Lio. Pati Ka sebagai suatu ritual persembahan kepada para arwah yang telah meninggal. Pada masyarakat Ende-Lio percaya bahwa arwah nenek moyang atau leluhurnya berada di puncak Kelimutu dan sebagian di sekitar rumah, selalu melindungi keturunannya tatkala dalam bahaya, dan sebaliknya bila para arwah ini diabaikan dan tidak pernah melakukan ritual terhadap roh-roh leluhur akan berakibat buruk terhadap keturunannya yang tinggal dan hidup di dunia. Mitologi masyarakat Ende-Lio menyebutkan bahwa para arwah akan pergi dan tinggal di danau kawah yang terdapat di puncak gunung Kelimutu. Bagi siapapun yang meninggal mereka akan pergi ke puncak gunung Kelimutu, tinggal diantara tiga danau kawah yang terdapat di kawasan Kelimutu. Ketiga danau kawah itu memiliki karakter dan warna yang sering berubah-ubah pada saat-saat tertentu. Masyarakat percaya bahwa perubahan warna terkait dengan peristiwa alam maupun sesuatu yang akan terjadi dalam kehidupan manusia. Pelaksanaan ritual masih tetap berlangsung khusuk, salah satu bukti yang terjadi di Woloara masih berlangsung berbagai ritual diantaranya daur hidup, upacara kematian, dan ritual dalam hubunganya dengan pertanian. Upacara ini berlangsung sebagai sebuah tradisi yang tiada henti-hentinya.