IDA BAGUS PUJA ERAWAN,SH, dkk
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KAB. BULELENG
2006
1.4.1 (000
-
BABAD KSATRIA TAMAN BALI
Dalam lontar ini disebutkan Pendeta Wawu Rawuh datang ke gunung agung bertemu dengan Batara Subhali. Sekembalinya dari gunung agung ditengah perjalanan beliau kehausan yang kemudian tongkat beliau ditancapkan batu cadas (parangan) yang kemudian mengeluarkan air serta seorang perempuan sangat cantik wajahnya. Air yang keluar dari batu cadas tersebut berbau sangat harum, maka oleh Pendeta Wawu Rawuh diberi nama Tirtha Arum. Sedangkan perempuan yang ikut serta dengan air itu diberi nama Dewi Njung Asti. Keharuman Tirtha Arum sampai ke sorga yang membuat Batara Wisnu datang ke tempat itu dengan maksud mandi. Selanjutnya beliau melihat kecantikannya Dewi Njung Asti. Sehingga keluar air mani beliau yang kemudian melekat pada sebuah batu. Seusai mandi, segera beliau kembali ke sorga. Keesokan harinya, Dewi Njung Asti melihat air mani tersebut yang kemudian dimakannya sehingga membuat diri beliau hamil.