BANGUNAN SOSIAL TONGKONAN (Sebuah Kajian Terhadap Organisasi Sosial Tradisional di Tana Toraja)

Pengarang: 

SHAIFUDDIN BAHRUM, JONI S LISUNGAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

Tahun Terbit: 

2009

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

ART-728 (720-729)

ISSN/ISBN: 

978-602-8099-18-9

Jumlah Halaman: 
160

Orang Toraja hingga saat ini masih memelihara bangunan rumah adat Tongkonan mereka, karena rumah tersebut merupakan warisan nenek moyang. Sebuah Tongkonan tidak hanya dimaknai sebagai sebuah bangunan rumah adat saja tetapi juga mengikuti segala harta benda yang ada disekitarnya, terutama tanah kering (perkebunan), tanah basah (persawahan) dan halaman tempat tongkonan itu berdiri. Segala kegiatan yang biasanya berlangsung dalam tongkonan pada umumnya merupakan kegiatan ritual kepercayaan mereka terhadap Aluk Todolo. Organisasi sosial tradisional di masyarakat Nonongan yang memiliki empat persekutuan tongkonan besar yakni Tongkonan Tiro Rano, Patua, Bamba, dan Tere merupakan organisasi sosial yang saling mengikat. Masing-masing tongkonan menduduki struktur dan memegang fungsinya masing-masing.

BANGUNAN SOSIAL TONGKONAN (Sebuah Kajian Terhadap Organisasi Sosial Tradisional di Tana Toraja)