KETUT WIRADUYANA, LUCAS PARTANDA KOESTORO, TAUFIQURRAHMAN SETIAWAN, PESTA H.H. SIAHAAN, STANOV PURNAWIBOWO
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BALAI ARKEOLOGI SUMATERA UTARA
2016
SDP - 930.1 (930 - 939)
1416-7708
Samosir sebagai satu kesatuan geografis yang dikelilingi oleh Danau Toba memiliki kekhasan tersendiri dalam tinggalan arkeologis. Menilik kepada budaya aktual, Samosir ternyata tidak hanya menarik dari sisi budaya masa lampaunya. Budaya sekarang, khususnya menyangkut seni hias menampakkan karakter tersendiri yang sangat kompleks. Di satu pihak seni hias masih memperlihatkan karakter prehistoris (asli) dengan motif-motif atau figur khas, seperti hiasan geometris (tumpal, segi empat, belah ketupat, bulatan) dan sulur-sulur, serta pahatan tokoh menakutkan atau yang lebih dikenal sebagai monster. Motif-motif ini sebagian memiliki persamaan dengan motif budaya Dongson, suatu budaya paleometalik yang berkembang menjelang abad Masehi di Daerah Vietnam. Di pihak lain tampak motif-motif dan figur yang sangat bervariasi yang menunjukkan karakter modern. Tidak hanya itu beberapa komponen budaya materi pada budaya situs ditambahkan dalam konteks pariwisata atau dalam konteks sosial lainnya seperti identitas kelompok atau keluarga.