CHURMATIN NASOICHAH, NENGGIH SUSILOWATI, REPELITA WAHYU OETOMO, TAUFIQURRAHMAN SETIAWAN, ERY SOEDEWO
BALAI ARKEOLOGI SUMATERA UTARA
2017
050 (050-059)
1416-7708
Pada Berita Penelitian Arkeologi No. 31 mengangkat judul Sumber-Sumber Tertulis Beraksara Angkola-Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Padang Lawas Utara. Dari hasil yang didapat dari ketiga tempat tersebut, didapatkan ada 20 data tertulis beraksara Angkola-Mandailing yang diperoleh dari beberapa tempat. Dilihat dari bahannya, diketahui data tertulis yang dituliskan pada media kayu alim yang biasa disebut pustaha laklak berjumlah 8, data tertulis yang dituliskan pada media berbahan bamb berjumlah 6, dan pada media tulang tidak/belum dijumpai di ketiga kabupaten tersebut, dan dituliskan pada media berbahan kayu (berbeda dengan kayu alim) berjumlah 3. Dilihat dari bentuk aksaranya, 20 data tertulis tersebut bisa dikatakan jenis aksaranya relatif sama, walaupun ada perbedaan tetapi itu lebih bersifat kreativitas. DIlihat dari bahasanya, terdapat dua penggunaan bahasa yaitu bahasa Mandailing dan bahasa Angkola. Sedangkan 4 data tertulis beraksara Angkola-Mandailing yang ada di Tapanuli Selatan semuanya menggunakan bahasa Angkola yang umumnya menggunakan bahasa Hasomalon, hanya pustaha laklak Mangaraja Gunung Pandapotan yang menggunakan bahasa turi-turian karena isinya menceritakan tentang Legenda Marga Dalimunthe. Sedangkan data yang tertulis ang ditemukan di wilayah Padang Lawas Utara semuanya menggunakan bahasa hasomalon.