DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DI DAERAH TIMOR TIMUR

Pengarang: 

P. SUSILO SASTROSUWIGNYO, BARAMULI, BEN GALUS

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1995/1996

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Timur
Rak: 

DMP - 330.9.303.4 (330-339)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
104

Sistem ekonomi tradisional pada masa pendudukan Portugis di pulau Timor hampir tidak mengalami perubahan, karena pemerintah Portugis kurang memperhatikan kesejahteraan rakyat. Masyarakat masih menggantungkan hidupnya pada pertanian perladangan dan peternakan yang secara tradisional dilaksanakan oleh para pendahulunya. Guna menciptakan sistem perladangan yang dinamis telah diadakan inventarisasi potensi di setiap daerah agar memanfaatkan seoptimal mungkin. Usaha ini berkaitan erat dengan pendapatan, pemenuhan kebutuhan dan kesempatan kerja. Masyarakat desa Bahu yang masih agraris tradisional, mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai petani yang lebih intensif. Selain itu letak geografis desa Bahu yang berada dalam kecamatan kota Baucau mempunyai peluang untuk dapat mengembangkan industri rumah tangga, pengolahan hasil kebun kelapa dan pemasaran hasil-hasil pertanian dan industri rumah tangga. Perkembangan ke arah itu sudah mulai nampak, hasil pertanian dan perkebunan kelapa yang pada mulanya hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, pengolahan hasil kebun kelapa dan pemasaran hasil-hasil pertanian dan industri rumah tangga.

DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DI DAERAH TIMOR TIMUR