DAMPAK PERKEMBANGAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT PEDESAAN DI SULAWESI

Pengarang: 

DRS. H. BASO SIODJANG

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1995

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Tengah
Rak: 

2.3(300-31

DAMPAK PERKEMBANGAN EKONOMI (PASAR) TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT PEDESAAN DI SULAWESI TENGAH
Perkembangan ekonomi pasar menimbulkan dampak pola hidup masyarakat dalam menentukan mata pencaharian. Hal ini nampak seiring dengan perkembangan ekonomi pasar dewasa ini, masyarakat tidak hanya memiliki mata pencaharian tunggal, akan tetapi telah mempunyai mata pencaharian sampingan dalam hal menunjang taraf hidup keluarga. Pengaruh ekonomi pasar terhadap teknologi tradisional di daerah Sulawesi Tengah mengalami pola pergeseran-pergeseran, walaupun intensitasnya sangat lamban. Bukti ini nampak, ada beberapa sektor seperti teknologi dibidang pertanian dan di bidang industri rumah tangga. Pergeseran budaya dibidang pertanian yang pada mulanya hanya menggunakan alat-alat tradisional perlahan-perlahan mulai digantikan dengan alat-alat baru seperti penggunaan traktor, pemberantasan hama dengan obat-obatan serta pengolahan padi-padian menggunakan mesin gilingan. Di bidang industri rumah tangga juga mengalami pergeseran, misalnya pengolahan minyak kelapa dari cara panggau (cukuran) berkembang dengan cara menggunakan mesin parut. Ekonomi pasar telah mampu membentuk suatu pola pikiran positif masyarakat akan arti pentingnya pendidikan baik bagi diri sendiri maupun keluarga. Pola pikiran yang demikian itu akhirnya memberi motivasi kepada masyarakat untuk turut belajar di lembaga pendidikan, lebih jauh keinginan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi juga merupakan suatu indikator adanya dampak tersebut. Ekonomi pasar juga membawa dampak terhadap perilaku masyarakat. Hal ini dapat dilihat dengan meningkatnya kesejahteraan keluarga, yang pada gilirannya turut berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat. Wujud perubahan dalam pola tingkah laku tersebut menunjukkan perubahan terhadap kebiasaan dalam penggunaan alat transportasi, penggunaan alat-alat rumah tangga, penggunaan alat transportasi, penggunaan alat produksi serta perubahan tingkah laku dan sikap terhadap sistem kerja gotong royong, meningkatnya etos kerja dan disiplin serta pemanfaatan waktu.