INISIASI ORANG-ORANG HUAULU DI PULAU SERAM

Pengarang: 

APHRODITE M. SAHUSILAWANE, SALIM KAIROTY

Penerbit: 

BPNB AMBON

Tahun Terbit: 

2012

Daerah/Wilayah: 
Maluku
Rak: 

MAT - 307.77 (300-309)

ISSN/ISBN: 

978-979-1463-40-9

Jumlah Halaman: 
147

Inisiasi adalah proses pendewasaan yang dialami oleh setiap suku bangsa termasuk orang Huaulu yang menjadi fokus penelitian ini. Inisiasi orang-orang Huaulu ternyata merupakan salah satu konstruksi kebudayaan yang mereka bangun dari generasi ke generasi. Inisiasi memiliki momen penting bagi orang-orang Huaulu dan yang paling hakiki bagi mereka adalah masa pubertet yakni pinamou/paleliliiposu bagi anak perempuan dan upacara huheli/pasang cidaku bagi anak laki-laki. Perubahan khusus terjadi dari salah satu bagian upacara yakni imesari (perburuan) jarang/tidak dilakukan seperti pada waktu dulu. Negeri Huaulu dalam eksistensinya tetap mempertahankan proses inisiasi walaupun ada perubahan, namun sepanjang dapat ditoleransi. Struktur pemerintahannya pada saat ini merupakan hasil kolaborasikan dengan sistem pemerintahan desa, namun orang-orang Huaulu lebih terfokus pada pemerintahan adat yakni sistem pemerintahan saniri negeri. Di era otonomisasi keeksisan orang-orang Huaulu mempertahankan adat istiadat terus terpelihara dan terus mereka lestarikan, sekalipun mereka tidak menutup diri dari perkembangan ilmu dan teknologi. Adat istiadat yang terpola secara turun temurun bergerak dari era satu generasi ke generasi berikutnya, justru membuat mereka tetap kuat dan berusaha mempertahankannya. Orang-orang Huaulu tetap berusaha melestarikan nilai-nilai yang mereka yakini sebagai sesuatu yang harus dan tetap dipertahankan sebagai anugerah dari asua lohatala. 

 

INISIASI ORANG-ORANG HUAULU DI PULAU SERAM