POLTAK JOHANSEN
BALAI PELESTARIAN NILAI BUDAYA PONTIANAK
2013
KEA - 304.2 (300-309)
-
Untuk mengolah dan memanfaatkan lingkungan masyarakat Dayak Maanyan yang hidup di sekitar hutan memiliki pengetahuan tradisional sebagai tanggapan masyarakat dalam menyikapi lingkungannya. Sistem pengetahuan yang dimiliki pada dasarnya merupakan akumulasi dari pengetahuan yang diperoleh dari para leluhurnya dan dari pengalamannya, baik pengalaman kelompok yang kemudian dipranatakan menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat setempat. Pengetahuan terhadap lingkungan alam yang dimiliki diperoleh secara turun temurun dan dijadikan sebagai aturan dan norma dalam mengolah lingkungan demi menjaga hubungan mereka dengan alamnya. Pengetahuan yang mereka miliki juga digunakan dalam mengamati akan tanda-tanda alam serta gejala alam yang berpengaruh dalam sistem perladangan mereka yang diperoleh dari pengalaman warisan para leluhurnya dan juga tetap dipertahankan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Dayak Maanyan sangat menghormati keberadaan hutan primer merupakan tempat bersemayamnya roh-roh leluhur mereka. Dalam sistem perladangan yang mereka lakukan ditntut penguasaan pengetahuan tradisional tentang tanda-tanda alam maupun perputaran bulan dan bintang. Dalam mengolah alamnya masyarakat juga sangat bergantung pada tanda-tanda alam maupun tentang perputaran bulan dan bintang. Ini bertujuan untuk menentukan kapan mereka boleh memulai sesuatu kegiatan perladangan. Dalam mengolah alamnya masyarakat juga sangat bergantung pada tanda-tanda alam dan gejala alam. Sistem pengetahuan yang mereka miliki pada dasarnya berasal dari pengalaman leluhur mereka sehari-hari dan disosialisasikan dari generasi ke generasi. Dalam mengidentifikasikan alam lingkungannya, masyarakat Dayak Maanyan masih melakukan hal-hal di luar kemampuan akalnya. Untuk mengatasi diluar kemampuan masyarakat melakukan upacara-upacara yang pada umumnya berkaitan dengan alam.