KETIKA ITU MURAI MASIH BERKICAU

Pengarang: 

DRS. H. SELAMAT

Tahun Terbit: 

2006

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

8.5(KU)

ISSN/ISBN: 

-

KETIKA ITU MURAI MASIH BERKICAU

Surip (yang kelak hadi istriku) sudah kukenal sejak dia berusia 7 tahun. Rumah kami berdekatan. Kehidupan Surip cukup memprihatinkan, yang kemudian aku kagumi darinya adalah sejak kecil sampai menjadi istriku bahkan menjelang tutup mata, dia sangat dekat dengan semua saudaranya. Dia tidak sempat belajar dengan baik, hanya sampai kelas 3 SR (itupun tidak tamat) tapi dia gigih belajar sendiri seperti menjahit, memasak, membuat kue apalgi mengurus rumah tangga. Hal-hal inilah yang merupakan faktor utama aku memilihnya sebagai istri. Dan ternyata pilihanku tidaklah keliru. Bahkan kuakui untuk mewarnai kehidupan dan hidup berumah tangga, aku banyak belajar darinya. Sulit mencari tipe wanita setia dewasa ini. Kami membangun rumah tangga boleh dikatakan dari nol, hanya bermodalkan kesetiaan dan saling pengertian. Mendukung suami, dari seorang guru desa yang bergaji tak sampai Rp. 100,- sampai menjadi kepala sekolah yang gajinya jutaan. Walaupun tubuhnya kecil, tapi kesehatannya kunilai sangat prima. Boleh dikatakan jarang sakit dan tidak suka minum obat-obatan medis. Namun menjelang tutup usia, sejak beberapa tahun terkahir berat badannya semakin menyusut. Sayang aku kurang tanggap, karena dia sendiri menyatakan tetap sehat dan tidak apa-apa.