MAKANAN : WUJUD, VARIASI DAN FUNGSINYA SERTA CARA PENYAJIANNYA DAERAH SUMATERA UTARA

Pengarang: 

E.K. SIAHAAN, T. SITANGGANG, MANIUR MALAU

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1991

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

KUL - 641.3 (640-649)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
244

Suku-suku yang terdapat di Sumatera Utara diantaranya Batak Toba, Angkola Mandailing dan Suku Melayu. Konsep makan bagi masyarakat toba dan melayu ialah makan nasi dengan lauk-pauknya secara rutin dua kali sehari yakni makan siang dan sore/malam. Makanan orang batak toba dan angkola mandailing umumnya dapat dikategorikan sebagai makanan keras (rasa asin, asam dan pedas). Kaitan antara makanan dan minuman dengan nilai kultural bagi suku melayu sama juga seperti suku batak toba dan angkola mandailing, baik makanan yang diperuntukkan untuk upacara adat ataupun agama. Kesan umum mengenai makanan melayu ialah cenderung kepada yang berwatak manis, berlemak dan kurang dalam rasa pedas. Fungsi makanan, seperti untuk makan sehari-hari, makan tambahan, menjamu dan upacara-upacara adat, fungsi-fungsi tersebut dijumpai secara bersamaan bagi untuk suku-suku yang terdapat di Sumatera Utara (Batak Toba, Angkola Mandailing, Suku Melayu).