MAKASSAR SEBAGAI KOTA MARITIM

Pengarang: 

ABDUL RASJID, RESTU GUNAWAN

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL JAKARTA

Tahun Terbit: 

2000

Daerah/Wilayah: 
Sulawesi Selatan
Rak: 

SEK - 900 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
90

Terbukanya Makassar sebagai bandar niaga tidak terlepas dari perkembangannya dunia internasional yang disebabkan oleh adanya motif ekonomi, politik dan agama. Ketiganya merupakan variabel yang berperan sebagai prime mover yang melandasi perilaku dan aktivitas setiap bangsa. Peranan Makassar sebagai bandar niaga atau kota pelabuhan di jalur sutera, hendaknya ditelaah pada konstelasi percaturan ekonomi dunia masa lalu. Itulah sebabnya Makassar muncul sebagai kota pelabuhan sekaligus sebagai pusat peradaban kemaritiman yang membentuk 3 (tiga) peran, yaitu sebagai centre of change, centre of interation dan centre of culture. Denagn berkembangnya kota Makassar dan adanya berbagai pengaruh yang masuk, maka cakrawala kemaritiman suku bangsa Makassar semakin penting dalam jaringan perdagangan Nusantara. Itulah sebabnya hukum perdagangan dan pelayaran Amanna Gappa muncul dan lahir atas kreativitas para pelaut dan pedagang Bugis Makassar hadir dalam mengatasi tantangan perdagangan Nusantara. 

MAKASSAR SEBAGAI KOTA MARITIM