MEMBANGUN RELASI ETNIK PEMBELAJARAN DARI BEBERAPA KAMPUNG DI KALIMANTAN BARAT

Pengarang: 

KRIS. ATOK, BAGUS SURATMOKO, BUYUNG & JAMAL, THOMAS APON R HENGWATI, YULIANUS, Y. SUPRIYADI & P. LUNO, M. SANDING

Penerbit: 

YPB BEKERJASAMA DENGAN CORDAID

Tahun Terbit: 

2005

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

MKE - 305.8 (300-309)

ISSN/ISBN: 

979-99676-0-0

Jumlah Halaman: 
186

Multikulturalitas memang baru sebuah wacana. Mimpi yang terkandung didalamnya adalah bahwa keberagaman kultur suku-suku di negeri ini dihargai oleh negara. Penghargaan terhadap kultur suku-suku tersebut harus tertuiang dalam bentuk kebijakan-kebijakan, dan harus ada jaminan hukum untuk menegakkan penghargaan tersebut. Dalam situasi ideal seperti itu diharapkan tidak ada lagi anggapan bahwa suatu kultur lebih maju, lebih halus atau lebih baik dari yang lain. Perubahan-perubahan kultural harus diserahkan pada komunitas (kelompok masyarakat) yang memiliki kultur yang bersangkutan. Di dalam buku yang berjudul Membangun Relasi Etnik Pembelajaran Dari Beberepa Kampung di Kalimantan Barat terdapat 2 (dua) bagian, yang didalam masing-masing bagian terdapat artikel. Adapun artikel tersebut Bagian Pertama Usaha Komunitas Menuju Multikulturalitas oleh Kristianus Atok. Bagian Kedua meliputi (1) Membangun Relasi Etnik, Pembelajaran Dari Berbagai Kampung di Kalimantan Barat oleh Kristianus Atok; (2) Semangat Menjaga Keseimbangan & Kreativitas Kampung Sasak Dalam Menciptakan Relasi Antar Komunitas Dayak Salako – Melayu oleh Bagus Suratmoko; (3) Kelenturan Budaya Kelompok Transmigran dan Penduduk Lokal di Desa Garu oleh Buyung dan Jamal; (4) Relasi Sosial Antar Komunitas Etnis di Sunge Banokng oleh Thomas Apon dan Henywati; (5) Relasi Dayak – Madura di Retok oleh Yulianus; (6) Membangun Relasi Etnik, Sebuah Pembelajaran Dari Kampung Sebandut oleh Y. Supriyadi dan P. Luno; (7) Inkulturasi : Sebuah Jalan Perdamaian, Tinjauan dari Perspektif Gereja Katolik dan Adat di Komunitas Raba, Kecamatan Menjalin oleh M. Sanding; (8) Curiculum Vitae oleh Kristianus Atok dan P. Bagus Suratmoko.