MENYELAM WAKTU 40.000 TAHUN BERDIALOG DENGAN MASA LALU DI TAMAN ARKEOLOGI LEANG-LEANG

Pengarang: 

IWAN SUMANTRI, LAODE  MUHAMMAD AKSA, MUHAMMAD RAMLI, RUSTAN, NUSRIAT, DEWI SUSANTI, MUHAMMAD TANG, ABDULLAH, ISWADI, ANDI PERDANA, HJ. RACHMIYANA, IMRAN ILYAS, ANGGI PURNAMASARI, KHOIRUNNISA

Penerbit: 

KEMENTERIAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

Tahun Terbit: 

2025

Daerah/Wilayah: 
Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Rak: 

ARK - 930.1 (930-939)

ISSN/ISBN: 

978-634-04-4895-5

Jumlah Halaman: 
400

Buku ini merupakan kumpulan tulisan atau bunga rampai yang membahas “mimpi” terwujudnya interpretasi dan presentasi menyelami waktu 40.000 tahun yang lalu di Taman Arkeologi Teang-Leang. Tulisan akan diawali dengan membahas tentang desain presentasi dan interpretasi, kronologi prasejarah, pengelolaan pengunjung, alur cerita taman, zona pertama yaitu layanan umum, zona kedua yaitu taman batu, zona ketiga yaitu permainan tradisional, zona keempat yaitu ekosistem habitat, serta zona kelima yaitu pelindungan utama yang didalamnya terdapat berbagai tinggalan arkeologis. Selain itu juga membahas tentang program publik, multimedia, gua-gua prasejarah di sekitar taman arkeologi, dan juga pembagian ruang serta fasilitasi taman. Adapun beerapa artikel yang terdapat didalam buku Menyelam Waktu 40.000 Tahun Berdialog Dengan Masa Lalu di Taman Arkeologi Leang-Leang diantaranya, Desain Tata Pamer Studi Arkeologi Leang-Leang: Presentasi dan Interpresentasi Ulang Lanskap Taman Arkeologi Leang-Leang oleh Laode Muhammad Aksa; Kronologi Prasejarah “Di Kawsasan Karst Maros-Pangkep” oleh Muhammad Ramli; Pengelolaan Alur Pengunjung Taman Arkeologi Leang-Leang oleh Andriany; “Menyelami Waktu 40.000 Tahun” Berdialog Dengan Masa Lalu di Taman Arkeologi Leang-Leang oleh oleh  Rustan; Zona Pertama Taman Arkeologi Leang-Leang: Layanan Umum oleh Dewi Susanti, dan sebagainya.  Penyampaian informasi pada Taman Arkeologi Leang-Leang perlu disajikan dengan berbagai jenis media yang disesuaikan dengan minat pengunjung dan masyarakat. Hal ini disebabkan pengunjung yang mendatangi taman tersebut berasal dari beberapa kategori usia. Selain itu juga maksud dan tujuan pengunjung datang juga berbeda-beda. Pada Taman Arkeologi Leang-Leang, jenis media yang akan digunakan adalah media konvensional, media interaktif, dan multimedia. Tidak seperti sebelumnya, petugas Taman Arkeologi Leang-Leang yang hanya melakukan perawatan pada Situs Cagar Budaya beserta lingkungannya, tetapi dengan adanya panel-panel informasi maka perlu adanya Sumber Daya Manusia yang menangani panel informasi.