PERAN HOLLANDSCH INLANDSCHE SCHOOL (HIS) DALAM PENDIDIKAN DI KOTA PONTIANAK TAHUN 1922 - 1941

Pengarang: 

EKA SRI ANDHINI

Penerbit: 

STKIP-PGRI PONTIANAK

Tahun Terbit: 

2013

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

L8.1(SJRH)

ISSN/ISBN: 

-

Berdirinya Hollandsch Inlandsche School (HIS) di Kota Pontianak dilatarbelakangi oleh Belanda yang ingin memenuhi kebutuhan tenaga kerja menengah dan rendah yang berpendidikan serta melaksanakan salah satu usaha yang ada dalam politik etis. Selain itu keinginan masyarakat pribumi untuk mendapatkan pendidikan gaya Eropa semakin menguat. Perkembangan sekolah ini di Kota Pontianak sangat baik. Berdiri pada tahun 1922 sekolah ini menyaring anak yang berasal dari golongan atas dengan biaya sekolah yang tinggi. Namun sekolah ini hanya diajarkan berbahasa Belanda. Setelah kedatangan Jepang, maka pada tahun 1941 sekolah ini ditutup dan kemudian diganti dengan Sekolah Rakyat Sempurna. Berdirinya Hollandsch Inlandsche School (HIS) menandakan bahwa pada saat itu sebagian masyarakat pribumi di Pontianak telah mendapatkan pendidikan gaya Eropa sehingga berdampak terhadap kemajuan pendidikan bagi anak pribumi dan mampu menghasilkan manusia yang terpelajar. Selain itu bagi pemerintah Belanda adanya Hollandsch Inlandsche School (HIS) ini dijadikan sebagai tempat untuk mendidik masyarakat pribumi sebagai pegawai di lembaga pemerintah Belanda. Dengan adanya Hollandsch Inlandsche School (HIS) di Kota Pontianak telah berdampak besar terhadap perkembangan pendidikan di Kalimantan Barat khususnya di Kota Pontianak. Namun di satu sisi dengan adanya sekolah ini secara tidak langsung telah menjustifikasi orang pribumi berdasarkan kekayaan, jabatan maupun garis keturunan sehingga terdapat jenjang dalam masyarakat berdasrakan status sosial orang tersebut melalui pendidikan yang mereka dapatkan.