DRS. NENGAH PUTRA, BA, MSc
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1986
2.5(300-31
PERTUMBUHAN PEMUKIMAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN PERAIRAN DAERAH NUSA TENGGARA BARAT
Pulau Bungin luasnya sekitar 12,7 ha, secara administratif berstatus desa dan termasuk wilayah Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Untuk menuju ke Desa Bungindari daratan Pulau Sumbawa (Pelabuhan Alas) memerlukan waktu sekitar 15 menit perjalanan dengan perahu motor ketinting berkekuatan 12 PK. Pemukiman ini terbentuk dari gusung laut yang kemudian ditimbuni batu karang oleh orang Bajo. Penduduk Desa Bungin boleh dikatakan homogin yaitu pendatang dari Bajo. Desa Bungin berbatasan langsung dengan laut. Karena itu hampir semua penduduk Bungin mempunyai kegiatan di bidang pernelayanan. Pulau Bungin dengan kondisi batu karang ditanggapi oleh penduduk dengan membuat rumah panggung. Proses penumpukan karang sebagai situs rumah telah berlangsung lama. Nama pemukiman sesuai dengan asal terjadinya, yaitu Bubungin (Bungin) yang berarti tumpukan karang. Semua jenis kotoran langsung dibuang ke perairan sekitar rumah sehingga pencemaran perairan pantai sudah tampak merata di seluruh pemukiman Bungin. Hal ini pernah menimbulkan wabah penyakit perut. Oleh sebab itu kepala Desa Bungin menghimbau pada warganya untuk ikut serta memelihara lingkungan pemukiman yang sehat. Selain daripada itu warga Bungin mulai merasakan kurangnya populasi ikan di perairan pantai akibat adanya pencemaran limbah rumah tangga. Hamparan perairan sekitar Bungin merupakan satu-satunya prasarana transportasi ke luar desa, baik untuk berproduksi maupun saling berkomunikasi dengan pemukiman lain. Kondisi seperti itu ditanggapi penduduk dengan pengadaan sarana transportasi berupa sampan atau perahu. Meskipun warga Desa Bungin menganut agama Islam yang taat, namun sebagai nelayan kehidupannya masih diwarnai oleh berbagai upacara yang berkaitan dengan hamparan air sekelilingnya. Upacara yang mereka adakan berkaitan dengan pengetahuannya mengenai hamparan air, baik yang berkaitan dengan produksi, transportasi maupun tolak bala keselamatan.