POLA PENGASUHAN ANAK SECARA TRADISIONAL DAERAH SUMATERA UTARA

Pengarang: 

TUNGGUL TOBING, DANNERIUS SINAGA, T. SITANGGANG, ZURAIDA TANJUNG, PARLIN MARPAUNG, WILSON SIAGIAN, DJ. GULTOM

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1991

Daerah/Wilayah: 
Sumatera Utara
Rak: 

PPA - 649.1 (640-649)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
97

Pola pengasuhan anak pada masyarakat Kelurahan Limau Mungkur pada dasarnya masih berpedoman pada kebudayaan yang mereka dukung. Akan tetapi di sana sini sudah terdapat perubahan-perubahan dan kecendrungan-kecendrungan tertentu akibat pengaruh kebudayaan luar. Masyarakat Kelurahan Limau Mungkur masih mempertahankan pola pengasuhan anak yang tradisional, yang salah satu wujudnya dapat dilihat dalam penggunaan bahasa Melayu dalam interaksi inter-antar ayah dengan ibu dan anak-anak dalam lingkungan keluarga batih, keluarga luas dan masyarakat Melayu setempat umumnya. Hubungan antara anak-anak dengan ibunya, kelihatannya lebih erat dan lebih tinggi intensitasnya. Hal ini disebabkan karena dalam budaya Melayu ibu adalah pelaksana utama dalam proses pengasuhan anak dan juga bertanggung jawab terhadap hal-hal yang menyangkut rumah dan sekitar, sementara si ayah lebih berperan dalam hal-hal yang menyangkut persoalan di luar rumah.