AGUS INDIYANTO, DWI RATNA NURHAJARINI, SALAMUN, SITI MUNAWAROH, GILANG PERMATA SARI, RAKHMAT NURDIANSYAH, BIMO HARYO YUDHANTO
BPNB YOGYAKARTA
2012
ASB - 392 (390-399)
979-161609-4
Nilai penting yang hadir dalam ritual nyanggring diantaranya kebersamaan, ketaatan, gotong royong, solidaritas. Ritual nyanggring ini terlihat bahwa kekuatan utama sekaligus kelemahan utamaadalah kemandirian.Setiap kegiatan ritual dari tahun ke tahun mengandalkan donasi sukarela dari warga sendiri, baik yang ada di desa maupun yang sedang merantau ke luar daerah. Pada dasarnya nyanggring merupakan peringatan upacara haulKi Buyut Terik, misalnya tokoh lainnya seperti Sunan Bonang yang setiap haul diperingati dengan tahlilan dan wiridan. Sebagai seorang ulama, tentunya haul Ki Buyut Terik lebih tepat dirayakan dengan kegiatan yang sesuai dengan ajaran Islam. Ritual nyanggring dapat dilihat sebagai sebuah cikal bakal wisata religi.