SAMAN DI ACEH

Pengarang: 

IMAM JUAINI

Penerbit: 

BPNB BANDA ACEH

Tahun Terbit: 

2014

Daerah/Wilayah: 
Nanggroe Aceh Darussalam
Rak: 

RKE - 793.3 (790-799)

ISSN/ISBN: 

978-602-9457-47-6

Jumlah Halaman: 
102

Seni tari tradisional Aceh adalah wujud dari sosial budaya masyarakat Aceh itu sendiri yang bercampur dengan kebudayaan ISlam. Selain itu juga dipengaruhi oleh faktor adat, mitos (legenda), geografis, tumbuhan dan lingkungan termasuk hewan. Selain nilai budaya, seni Aceh termasuk juga memiliki nilai dakwah, pendidikan dan silaturahmi di dalam masyarakat. Hal ini terdapat pada bentuk, komposisi, isi, kostum dan kekuatan lirik syair didalamnya. Sejak zaman dahulu kegiatan keseniannya dimanfaatkan sebagai salah satu sarana dakwah seperti yang tertuang dalam tari Saman Gayo, Seudati, Rateeb Meusukat dan Likok Pulo. Tari tradisional Aceh pada umumnya memiliki simbol dan makna tersendiri. Adapun smbol dan makna tersebut lahir dari hasil interaksi sosial dalam masyarakat. Secara keseluruhan simbol dan makna dalam tari Saman yang ada di Aceh merupakan wujud dari nilai-nilai yang ada disekitar masyarakat Aceh itu sendiri, yang kemudian diekspresikan melalui salah satu media kesenian yang ada dalam masyarakatnya dengan mengangkat bentuk-bentuk dari tiap-tiap nilai kebudayaan, ketauhidan, politik, ekonomis dan kebiasaan yang terjadi dalam masyarakatnya. Dalam hal bentuk gerak, ke semua tari Saman pada umumnya merupakan hasil dari sebuah ekspresi yang akarnya lahir dari bagian bentuk gerak, terutama gerak sholat, huruf hijaiyah, dan bahkan gerak alam semesta, tumbuhan dan hewan.