M. SANGGUPRI BOCHARI, WIWI KUSWIAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL JAKARTA
2001
SUA - 959.8 (950-959)
-
Pada awal abad ke-20, mulai munculnya gerakan nasionalis Indonesia, pada saat itu Cirebon pun mengalami pergolakan. Beberapa orang Cirebon menjadi pemimpin pergerakan setelah terjadinya pemberontakan pada tahun 1926-1927. Meskipun dilakukan pembuangan, namun aktivitas para pejuang di seluruh residensial Cirebon tetap membara baik pada akhir tahun 1920-an sampai permulaan tahun 1930-an. Selama berlangsungnya Perang Dunia kedua sewaktu Hindia Belanda terlibat dalam perang dengan Jepang setelah tanggal 8 Desember 1941, Pantai Cirebon di Eretan dekat Indramayu menjadi sasaran penyerbuan Jepang. Pada masa kedatangan Jepang di Indonesia, mereka disambut sebagai pembebas dari penindasan Belanda. Cirebon merupakan daerah ramai dan revolusioner selama berhari-hari permulaan revolusi Indonesia, hal ini sesuai dengan tradisi Cirebon mengenai pergolakan politik dan sosial. Lingarjati merupakan tempat persetujuan internasional besar yang pertama bagi Republik Indonesia yang baru merdeka. Persetujuan Linggarjati pada tahun 1946 diadakan antara orang-orang Indonesia dengan Belanda. Peranan Cirebon dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bagi sebuah bangsa baru, bangsa Indonesia satu diantaranya adalah ketika menjelang Konferensi Linggarjati.