SEJARAH PEJUANG MOHAMMAD ALI ANYANG SEORANG PEMUDA PUTRA DAERAH KALBAR DALAM KANCAH PEVOLUSI 1945-1950

Pengarang: 

TIM PENULIS

Penerbit: 

KOREM 121/ALAMBHANA WANAWWAI

Tahun Terbit: 

2010

Daerah/Wilayah: 
Kalimantan Barat
Rak: 

BSL - 922 (920-929)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
158

Ali Anyang merupakan anak desa namun dalam jiwanya terpadri tekad yang bulat ingin menggali ilmu pengetahuan yang kelak bermanfaat bagi dirinya, keluarga, negara, dan bangsanya. Jika dilihat dari awal pengabdiannya, beliau banyak mendapat bimbingan, arahan dan petunjuk dari seorang tokoh Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia Kalimantan Barat yang sekaligus juga sebagai Ketua Panitia Pejoang RI  (PRRI) Kalbar, yang aktif sejak jaman penjajahan Jepang tahun 1943 yang bernama dr. Soedarso. Sosok Ali Anyang tidak mudah putus asa, ulet dan tahan uji, meskipun ia dikejar oleh serdadu NICA bahkan serdadu Inggris di Kampung Sematan dan Teluk Serabang wilayah Negeri Serawak Malaysia. Salah satu kunci keberhasilan dan dapat terhindar dari ancaman maut tersebut, nampaknya karena Ali Anyang sejak awal perjuangannya selalu menerapkan sikap keramah-tamahannya, sopan dan dapat menerima saran baik dari seperjuangan, maupun sikap dan sifat yang merakyat, oleh karena itu ia selalu dilindungi. Patut dicatat bahwa pasukan pemuda berhasil merobek bendera Belanda dan disisakan warna Merah dan Putih kemudian dikibarkan kembali, sehingga menjadi Dwi Warna Merah-Putih. Peristiwa tersebut terjadi pertama kalinya di depan Kantor Residen Borneo Barat 12 Nopember 1945, peristiwa yang sama terjadi di Kantor Controlleur Bengkayang, pada 9 Oktober 1946 tengah malam, Kontak Senjata di Jembatan Landak 10 Oktober 1946, dan penyerbuan di Kantor Controlleur Sambas, pada 10 Oktober 1949.