SEJARAH REVOLUSI KEMERDEKAAN (1945 S/D 1949) DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR

Pengarang: 

DRS. MUNANDJAR WIDIYATMIKA; DRS. P.C. KUDU; DRS. S.P. MANAO A.M. ZESI, B.A; SUTRISNO KUTOYO; DRS. M. SUNJATA KARTADARMADJA

Penerbit: 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Tahun Terbit: 

1979/1980

Daerah/Wilayah: 
Nusa Tenggara Timur
Rak: 

SPR - 904.7 (900-909)

ISSN/ISBN: 

-

Jumlah Halaman: 
151

Keadaan di daerah Nusa Tenggara Timur pada masa revolusi fisik, salah satu segi banyak ditentukan oleh keadaan yang terjadi pada masa Jepang. Tokoh-tokoh perjuangan pada masa Jepang menganut taktik kooperatip dan banyak mendapat kesempatan membela kepentingan rakyat. Perjuangan di daerah Nusa Tenggara Timur bersifat kooperatif. Oleh karena itu kaum nasionalis ikut aktip dalam kegiatan-kegiatan politik. Diantaranya partisipasi dalam konperensi Malino dan Denpasar. Di bidang pemerintahan daerah, untuk memberikan kesan otonomi yang lebih luas oleh Pemerintahan Belanda dibentuk Pemerintahan Dewan Raja-raja di tiga daerah. Namun sampai tahun 1949 terdiri dualisme kekuasaan. Situasi tersebut barulah sebagai hasil Konferensi Meja Bundar. Dan secara riil pemerintahan Daerah Nusa Tenggara memperoleh kekuasaan penuh setelah Belanda menyerahkan kekuasaannya pada bulan September 1949.