DRS. MUNANDJAR WIDIYATMIKA; DRS. P.C. KUDU; DRS. S.P. MANAO A.M. ZESI, B.A; SUTRISNO KUTOYO; DRS. M. SUNJATA KARTADARMADJA
DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
1979/1980
SPR - 904.7 (900-909)
-
Keadaan di daerah Nusa Tenggara Timur pada masa revolusi fisik, salah satu segi banyak ditentukan oleh keadaan yang terjadi pada masa Jepang. Tokoh-tokoh perjuangan pada masa Jepang menganut taktik kooperatip dan banyak mendapat kesempatan membela kepentingan rakyat. Perjuangan di daerah Nusa Tenggara Timur bersifat kooperatif. Oleh karena itu kaum nasionalis ikut aktip dalam kegiatan-kegiatan politik. Diantaranya partisipasi dalam konperensi Malino dan Denpasar. Di bidang pemerintahan daerah, untuk memberikan kesan otonomi yang lebih luas oleh Pemerintahan Belanda dibentuk Pemerintahan Dewan Raja-raja di tiga daerah. Namun sampai tahun 1949 terdiri dualisme kekuasaan. Situasi tersebut barulah sebagai hasil Konferensi Meja Bundar. Dan secara riil pemerintahan Daerah Nusa Tenggara memperoleh kekuasaan penuh setelah Belanda menyerahkan kekuasaannya pada bulan September 1949.